10 Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Siapa bilang olahraga identik dengan yang serba ribet? Jalan kaki justru jadi pilihan paling praktis yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Manfaat jalan kaki pun tidak terhitung. Faktanya, Teman Summarecon bisa menemukan berbagai kebaikan jalan kaki yang mungkin belum pernah terpikir sebelumnya.

Dengan langkah ringan dan niat yang konsisten, hidup sehat pun bisa sedari sekarang. Tidak ada alasan lagi untuk menunda, bukan? Yuk, simak deretan manfaat jalan kaki bagi kesehatan!

  1. Menurunkan Berat Badan

    Manfaat jalan kaki bagi obesitas tak perlu diragukan lagi. Ini merupakan cara hidup sehat paling sederhana untuk mulai menurunkan berat badan. Tanpa perlu ke gym, tanpa alat khusus, bahkan tanpa pelatih. Cukup mulai dengan langkah kaki sendiri.

    Karena berdampak rendah, jalan kaki tidak membebani sendi, namun tetap efektif membakar kalori dan membantu mengecilkan perut.[1]

  2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Bicara soal manfaat jalan kaki buat jantung, ini bukan sekadar rekomendasi biasa. Setiap langkah memaksa jantung bekerja sedikit lebih keras. Cukup untuk menurunkan tekanan darah, melancarkan sirkulasi, dan merapikan kadar kolesterol.[2]

    Tak perlu lari, tak perlu keringat berember. Cuma 30 menit jalan kaki cepat setiap hari, maka sudah memberi jantung “tune up” ringan yang konsisten.

  3. Memperkuat Tulang

    Jalan kaki bukan melulu soal jantung. Ia juga latihan untuk tulang, khususnya kaki, pinggul, dan tulang belakang. Setiap langkah memberi tekanan kecil yang justru dibutuhkan tulang untuk menjaga kepadatan. Hasilnya? Risiko patah, jatuh, dan osteoporosis berkurang perlahan, tapi pasti.[3]

    Tak hanya itu, keseimbangan dan koordinasi pun ikut terasah. Teman Summarecon pun dapat mengurangi risiko terpeleset atau jatuh ketika beraktivitas di rumah.

  4. Memperbaiki Kualitas Tidur

    Tubuh manusia bukan mesin. Ia perlu jeda. Dan jalan kaki dapat memberi itu. Energi terbakar, stres menurun, dan tubuh mulai tahu kapan waktunya berhenti. Melatonin yang bertugas mengatur tidur akan muncul lantaran terpancing aktivitas ini.[4]

    Tak perlu menunggu malam. Coba berjalan 20-30 menit di pagi atau sore hari ketika udara lebih sejuk. Bergerak sedikit lebih awal atau di sore hari jauh lebih menyenangkan daripada hanya diam di tempat.

  5. Mengurangi Risiko Diabetes

    Gula tak akan jadi racun kalau tubuh tahu cara memakainya. Nah, itu dia persisnya salah satu manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes. Tubuh belajar lagi cara menggunakan gula dengan benar.[5]

    Setiap langkah memicu otot supaya menyerap gula dari darah dan membakarnya jadi energi. Gula dan darah menjadi lebih stabil, sehingga risiko komplikasi berkurang. Artinya jelas: kendali metabolisme membaik.

  6. Menyeimbangkan Kehidupan Kerja dan Pribadi

    Kerja terasa menekan kepala? Tidak perlu buru-buru mencari tiket liburan. Teman Summarecon bisa cukup membuka pintu rumah, lalu berjalan kaki di sekitar lingkungan, misalnya di taman. Langkah-langkah sederhana ini membantu pikiran lebih rileks dan memberi jarak antara urusan kantor serta pribadi.

    Sisihkan 15 menit. Sebelum kerja, setelahnya, atau selama makan siang. Jalan kaki memberi ruang untuk bernapas, bahkan ketika tidak ada waktu untuk berhenti. Ini dia cara simpel nan murah meriah merawat work-life balance.

  7. Memulihkan Cedera Lutut

    Terdengar janggal, mungkin. Tapi justru jalan kaki bisa menjadi kunci pemulihan bagi lutut yang nyeri, terlebih lagi pada usia senja. Salah satu manfaat jalan kaki bagi lansia adalah menjaga sendi tetap aktif. Pasalnya, diam terlalu lama hanya membuat lutut kaku, otot lemah, dan nyeri semakin jadi.[6]

    Kuncinya sederhana saja, jangan buru-buru. Tidak perlu langkah cepat, apalagi sampai naik bukit.

  8. Meningkatkan Konsentrasi

    Jalan kaki bukan kegiatan orang dewasa saja. Anak-anak pun butuh bergerak. Ketika tubuh bergerak, otaknya ikut menyala.[7] Nah, jalan kaki sebelum sekolah atau sebelum mengerjakan PR pun menjadi cara praktis meningkatkan fokus dan daya ingat.

    Gerak tubuh  juga membakar kelebihan energi yang sering meledak-ledak. Hasilnya, anak lebih tenang. Tak perlu jauh-jauh, keliling kawasan pun cukup. Dan bila ramai-ramai, ini juga menjadi kegiatan bersama keluarga yang sehat plus murah.

  9. Mengurangi Risiko Glaukoma

    Jalan kaki, rupanya, juga bisa menyelamatkan indra penglihatan. Glaukoma, salah satu penyakit mata paling mematikan, muncul karena tekanan berlebih dalam bola mata. Saraf optik rusak pelan-pelan, dan tahu-tahu penglihatan hilang tanpa permisi.[8]

    Namun kabar baiknya, jalan kaki bisa menurunkan tekanan itu. Aliran darah jadi lebih lancar, termasuk ke mata. Alhasil, tekanan intraokular pun mereda.

  10. Mencegah Depresi

    Murung? Jangan langsung cari obat. Coba jalan kaki dulu. Ketika tubuh bergerak, otak merespons. Endorfin dan serotonin dilepaskan.[9] Dua zat kimia yang sama dipakai dalam obat-obatan untuk mengangkat suasana hati. Tapi ini gratis, tanpa efek samping, dan bisa dilakukan siapa saja.

    Apalagi kalau jalan kaki di luar ruangan. Ada cahaya matahari, udara segar, dan pepohonan. Semua ini bonus bagi pikiran yang sumpek.

Ingin jalan kaki bukan sekadar teori? Percaya atau tidak, jawabannya bisa sesederhana tinggal di tempat yang tepat, seperti di Summarecon Tangerang. Summarecon Tangerang adalah sebuah walkable township, kawasan yang mengajak penghuninya untuk lebih banyak melangkah.

Ada taman-taman asri. Ada enam danau besar. Tidak ketinggalan pula jalur pedestrian yang memang dibuat untuk dinikmati, bukan dihindari.

Maka, bila Teman Summarecon ingin berinvestasi pada kesehatan, unit di sini adalah langkah awal menuju hidup yang lebih aktif, di mana manfaat jalan kaki sudah pasti menjadi bagian dari rutinitas harian. Ayo, miliki unitnya sekarang!