Kulineran di Tangerang? Mulai dari 8 Makanan Khas Ini Dulu

Tangerang tak hanya strategis secara lokasi. Kota penyangga Jakarta ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang layak dicoba. Dari hidangan tradisional yang sarat nilai sejarah sampai jajanan yang melegenda, makanan khas Tangerang punya cita rasa tersendiri yang akan senantiasa terkenang.

Dari yang mengenyangkan hingga sekadar pengganjal, semua masuk daftar di bawah ini. Soal urutan cicip-mencicipi, serahkan saja pada perut begitu mendarat di Tangerang.

  1. Sayur Besa

    Sayur besan menjadi makanan khas dari Tangerang yang lekat dengan tradisi Betawi. Keluarga mempelai biasanya menyajikannya saat prosesi besanan untuk menghormati tamu dan kerabat.

    Terubuk, bunga tebu liar yang sulit ditemukan, menonjolkan kesan istimewa pada hidangan ini. Kacang panjang, petai, dan kuah santan gurih melengkapi rasanya. Sejak masa kolonial, masyarakat Betawi memilih bahan-bahan langka seperti terubuk untuk menunjukkan kemewahan jamuan.

    Kini, banyak orang menikmati sayur besan kapan saja sambil merasakan jejak sejarah di setiap suap.

  2. Sate Bebek 

    Lupakan bebek goreng kering dengan sambal pedas. Makanan khas Tangerang yang satu ini justru hadir dalam bentuk sate bakar. Potongan daging bebeknya empuk dan juicy, selalu membuat tangan ingin mengambil tusuk berikutnya.

    Aroma bumbu bakar meresap hingga ke serat daging. Hasilnya, terciptalah cita rasa yang kuat dan khas. Tidak heran banyak orang menjadikannya menu favorit ketika berkumpul bersama keluarga atau teman.

  3. Sate Bandeng

    Selain sate bebek, ada juga sate bandeng yang menempati posisi istimewa di daftar makanan khas dari Kota Tangerang. Hidangan ini berasal dari tradisi kuliner Banten sejak masa Kesultanan pada abad ke-16.

    Koki istana mengembangkan teknik mengolah bandeng dengan mengeluarkan durinya, menggiling daging bersama bumbu rempah, lalu memasukkannya kembali ke dalam kulit untuk dibakar perlahan.

    Teksturnya lembut sekaligus padat, sementara aroma bakarnya membangkitkan selera. Kini masyarakat Tangerang terus menjaga keberadaan sate bandeng sebagai bagian dari identitas kuliner Tangerang.

  4. Gecom

    Gecom, singkatan dari tauge dan oncom, merupakan salah satu makanan khas Tangerang yang terkenal baik di kalangan warga maupun wisatawan. Hidangan ini memadukan tauge segar dan oncom hangat, lalu menyiramnya dengan kuah kacang gurih dan menaburkan bawang goreng renyah di atasnya.

    Perpaduan rasa gurih dan segar membuat gencom pas disantap selagi cuaca cerik. Kesederhanannya justru menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang selalu kembali untuk menikmatinya.

  5. Kue Apem

    Apem menjadi salah satu jajanan khas Tangerang yang masih eksis di tengah arus zaman. Kue berbahan dasar tepung beras ini punya tekstur lembut di luar, agak kenyal di dalam, dan rasa manis yang pas.

    Masyarakat sering menyajikannya ketika hajatan atau pengajian sebagai simbol kebersamaan dan doa baik. Aromanya yang harum membuat apem terus digemari, dari generasi ke generasi.

  6. Laksa

    Di banyak kota, laksa tampil glamor dengan udang, kerang, dan santan berpadu kaldu. Namun, laksa sebagai makanan khas Kota Tangerang justru menonjolkan karakter berbeda.

    Kuah santannya kental, berpadu dengan bihun atau ketupat, telur rebus, dan taburan daun kucai yang aromanya sudah menggoda sejak pertama tersaji. Yang membuatnya unik, bukan isian seafood yang menjadi bintang, melainkan oncom yang memberikan rasa gurih khas dan tekstur berbeda.

  7. Sagon Bakar

    Kelapa parut, tepung ketan, sedikit gula. Dibakar sampai pinggirnya cokelat dan harum. Itu saja. Sagon bakar bukan makanan yang ribet. Walau tampil bersahaja, rasanya tidak bikin kecewa.

    Gurih manis, kering tapi empuk saat digigit. Enaknya dinikmati pelan-pelan sambil menyeruput macam-macam kopi atau mengamati hujan turun. Tak ada isian, tak ada topping, tapi tetap dicari.

  8. Emping Menes

    Ini buah tangan yang tidak neko-neko. Emping menes dibuat dari melinjo, dijemur, lalu digoreng sampai kering dan renyah. Rasanya ringan, kadang pahit sedikit, tapi siapa juga yang makan emping berharap manis?

    Kalau butuh oleh-oleh khas Tangerang yang awet dibawa pulang, gampang disisipkan ke koper, dan enak dimakan sambil berkendara, emping menes andalannya.

    Selain makanan khas yang melegenda, Tangerang juga memanjakan lidah dengan kuliner dari berbagai daerah. Nasi kapau, misalnya, hadir dengan cita rasa khas Minangkabau yang melengkapi keragaman sajian yang bisa dinikmati di berbagai sudut Tangerang.  Perpaduan ini membuat Tangerang semakin seru dijelajahi.

    Delapan makanan khas Tangerang tadi membuktikan bahwa kota ini memiliki kekayaan rasa yang sayang dilewatkan. Menjelajahi kuliner tradisional menjadi bagian seru dari wisata di Tangerang, apalagi jika tinggal di Summarecon Tangerang yang strategis.