(Kompas.com) Konektivitas Kian Matang, Summarecon Tangerang Rilis Rumah Rp 2 Miliaran
![]()
Pendekatan penataan ruang berbasis keterhubungan antarwilayah menjadi nilai tambah, sekaligus fondasi utama dalam rancangan ekosistem perkotaan yang menunjang mobilitas harian para penghuninya. Tren ini terlihat jelas pada pengembangan kawasan kota terpadu di wilayah barat Jakarta, salah satunya pada koridor pengembangan Summarecon Tangerang yang dirancang dengan tata ruang terintegrasi berbagai simpul aksesibilitas. Baca juga: 36 Hektar Lahan Milik Negara di Tangerang Siap Jadi Land Bank Rumah Subsidi Dalam perkembangannya, kawasan ini meluncurkan produk hunian terbaru bernama Halia di dalam klaster Havena Lakes. Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan, menjelaskan, peluncuran hunian tersebut disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan kondisi pasar saat ini.
Menurutnya, perusahaan kali ini meluncurkan produk yang sesuai dengan kondisi saat ini yaitu rumah yang tetap nyaman dan cukup lega tapi tetap mempertimbangkan harga yang menarik bagi para calon pembeli. "Apalagi dengan desain yang mengikuti tren saat ini tentunya akan sangat menarik, ditambah dengan lokasi di dalam kluster Havena Lakes yang merupakan cluster termewah di Summarecon Tangerang," ujarnya, dalam keterangan kepada Kompas.com, Rabu (5/8/2026). Halia dipasarkan dalam dua pilihan tipe, yaitu Standard berukuran 8x15 meter mulai dari Rp 2 miliaran serta Premium berukuran 8x15 meter mulai dari Rp 2,4 miliaran.
Aspek konektivitas menjadi penentu utama dalam mereduksi waktu tempuh serta mempermudah mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, Summarecon Tangerang didesain memiliki akses langsung melalui jaringan jalan tol utama, yakni ruas Jalan Tol Jakarta–Tangerang dengan jarak sekitar 200 meter dari serta menuju Gerbang Tol Bitung. Selain itu, lokasi ini juga terhubung dengan kawasan penyangga mandiri lainnya, berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari Serpong. Guna mengurai potensi kepadatan dan memberikan fleksibilitas mobilitas, perencanaan wilayah ini turut didukung oleh pembangunan infrastruktur penunjang berupa empat jalur akses dari jalan umum non-tol. Akses-akses tersebut tersebar di sisi utara, timur, barat, dan selatan kawasan.
Langkah penguatan infrastruktur juga ditandai dengan pengerjaan fisik proyek Underpass Bitung yang tengah berlangsung. Tidak berhenti pada moda jalan raya, pengembang kawasan juga menjajaki integrasi transportasi massal berbasis rel melalui kerja sama dengan PT MRT Jakarta dalam studi pengembangan Jalur MRT East-West Phase 2. Rencana strategis ini sejalan dengan prinsip pembangunan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) guna mendorong peralihan masyarakat menuju transportasi publik yang efisien.
Ekosistem Perkotaan dan Fasilitas Pendukung Konektivitas eksternal yang baik dipadukan dengan tata ruang internal yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki serta kelengkapan fasilitas publik. Dalam ekosistem perkotaan seluas ribuan meter dengan konsep penggabungan ruang hunian, area komersial, serta ruang terbuka hijau ini, mobilitas penghuni di dalam kawasan ditunjang oleh infrastruktur ramah lingkungan. Kawasan ini menyediakan pedestrian boulevard yang nyaman serta fasilitas pendukung kendaraan listrik berupa stasiun pengisian daya (EV Charging). Kehadiran utilitas bawah tanah juga diterapkan untuk menjaga estetika lanskap kawasan serta memastikan keandalan jaringan utilitas perkotaan.
Dari sisi fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari, ekosistem perkotaan ini dirancang mandiri dengan menghadirkan pusat aktivitas gaya hidup, pusat kebugaran, sentra kuliner, hingga fasilitas pendidikan seperti institusi sekolah swasta bertaraf nasional yang berada di dalam lingkungan kawasan. Seluruh simpul fasilitas ini direncanakan berada dalam radius yang relatif dekat dengan area hunian, sehingga meminimalkan kebutuhan mobilitas jarak jauh untuk aktivitas harian. "Melalui pola perencanaan tata kota yang menempatkan konektivitas transportasi dan kelengkapan fasilitas dalam satu kesatuan ekosistem, kami berupaya menjawab tantangan mobilitas masyarakat modern yang menuntut efisiensi, kelancaran akses, serta kualitas hidup yang berkelanjutan," pungkas Hindarko.
Sumber: https://www.kompas.com/properti/read/2026/08/05/184708221/konektivitas-kian-matang-summarecon-tangerang-rilis-rumah-rp-2-miliaran?page=2.