13 Rekomendasi Desain Taman Belakang Rumah
Area belakang rumah bisa disulap menjadi taman yang nyaman untuk bersantai dan menghabiskan waktu secara lebih private. Tapi perlu diperhatikan, mendesain taman belakang rumah bukan hanya soal estetika, tetapi juga harus menjamin kenyamanan, termasuk bebas nyamuk.
Lalu, desain taman seperti apa yang bisa Teman Summarecon pilih dan apa saja yang perlu diperhatikan agar bebas nyamuk? Simak pembahasan dan tipsnya berikut ini!
Pentingnya Taman Belakang yang Fungsional dan Sehat
Taman belakang yang fungsional dan sehat membuat sirkulasi udara rumah lebih baik karena adanya tanaman hijau yang terawat sehingga, rumah terasa lebih segar dan nyaman.
Area ini juga bisa menjadi ruang relaksasi yang mudah dijangkau kapan saja. Dan untuk keluarga dengan anak, keberadaan taman belakang memberikan tempat bermain yang aman dan mudah dipantau.
Inspirasi Gaya Desain dan Tata Letak Taman
Sebelum membuat taman, tentukan dulu taman seperti apa yang ingin dibuat Berikut beberapa rekomendasi desain taman belakang rumah yang populer:
A. Gaya Desain
Pilihan berdasarkan kategori visual dan suasana yang ingin Teman Summarecon ciptakan di ruang luar rumah.
Taman Minimalis
Taman belakang rumah minimalis modern menghadirkan desain yang rapi dan sederhana. Identik dengan clean lines, permainan warna yang selaras, serta pilihan tanaman yang tidak berlebihan.
Taman Tropis
Terinspirasi dari alam tropis yang rimbun dan penuh warna. Gunakan tanaman berdaun besar dan susun tanaman secara bertingkat untuk menciptakan kesan hutan mini di halaman belakang.
Taman Gaya Jepang (Zen)
Taman yang mengedepankan kesederhanaan yang menenangkan, dengan fokus pada harmoni dan keseimbangan visual.
Teman Summarecon tidak perlu menaruh banyak tanaman, cukup satu elemen utama sebagai centerpiece yang menghadirkan karakter kuat pada taman.
Untuk taman belakang rumah yang mewah, Teman Summarecon bisa menambahkan elemen seperti kerikil dan pasir yang membentuk pola seperti gelombang air atau aliran sungai.
Taman Kering (Kaktus dan Batu)
Taman bernuansa gurun pasir dengan isi tanaman kaktus, sukulen, dan hamparan batu kerikil. Cocok untuk area yang mendapat sinar matahari penuh atau memiliki curah hujan rendah, sehingga taman tetap cantik tanpa perlu perawatan intens.
Taman Gaya Pedesaan
Tanaman ditanam tidak begitu rapi sehingga terlihat lebih alami dan estetik seperti di area pedesaan. Desainnya menggunakan bahan-bahan seperti kayu, batu, dan pot tanah liat.
Taman Modern dengan LED
Konsep taman yang menggabungkan desain minimalis dengan permainan pencahayaan untuk menciptakan suasana elegan, terutama saat malam hari.
Fokus utamanya bukan hanya pada tanaman, tetapi juga pada bagaimana cahaya membingkai elemen taman, dari jalan setapak, dinding, hingga pepohonan kecil.
B. Konsep Tata Letak (Struktural)
Selain memilih berdasarkan estetikanya, Teman Summarecon juga bisa memilih model taman berdasarkan tata letaknya:
Taman Vertikal
Sumber: Instagram @Summarecon Tangerang edited by Canva
ALT Text: rekomendasi desain taman belakang rumah
Deskripsi Gambar: Taman belakang dengan penanaman vertikal ke atas.
Taman yang menjulang ke atas atau vertikal dan tidak memakan terlalu banyak space di bawah. Tanaman ditaruh pada kantong tanam atau pot yang dipaku pada dinding.
Taman Indoor-Outdoor
Taman yang Teman Summarecon buat di antara area dalam dan luar rumah. Misalnya di samping pintu geser kaca lebar atau dekat jendela besar.
Taman Desain Menggantung
Mirip dengan taman vertikal, tetapi tanaman tidak menempel pada dinding, melainkan digantung sehingga menciptakan efek ruang yang lebih ringan dan artistik.
Teman Summarecon bisa menggunakan pot gantung, rak susun yang menggantung, atau tanaman merambat di balkon yang dibiarkan menjuntai ke bawah.
Taman Akuatik
Taman yang menonjolkan elemen air sebagai pusat keindahannya. Teman Summarecon bisa menata tanaman di sekitar kolam atau menambahkan tanaman air langsung di dalam kolam seperti bunga teratai dan enceng gondok.
C. Fokus Special
Untuk taman yang terasa lebih unik, beberapa ide taman belakang rumah yang lebih terfokus ini bisa jadi inspirasi menarik:
Taman Herbal/Sayuran
Ubah taman menjadi “dapur hidup” dengan menanam rempah dan sayuran favorit, seperti daun bawang, cabai, kemangi, rosemary, sampai jahe atau kunyit. Selain segar saat dipetik, aromanya juga membuat taman terasa lebih aromatik.
Taman Bunga
Taman bunga memberi tampilan yang lebih berwarna, ceria, dan penuh energi. Kombinasikan bunga dengan warna berbeda seperti marigold, bougainvillea, anggrek, atau mawar. Semakin banyak varietas, semakin kaya tampilan visualnya.
Taman DIY dengan Palet Kayu
Ide taman belakang rumah sederhana, minim budget, tapi berkarakter. Sulap palet kayu menjadi rak tanaman bertingkat, planter box, hingga dekorasi vertikal. Tekstur kayunya menghadirkan kesan rustic yang membuat taman lebih hidup dan hangat.
Cara Membuat Taman Belakang Bebas Nyamuk
Agar taman tidak banyak nyamuk, berikut hal-hal yang bisa Teman Summarecon lakukan:
Jaga Manajemen Air
Rutin cek semua pot, alas pot, dan area yang tertutup terpal. Pastikan tidak ada air yang diam lebih dari 24 jam.
Atur kemiringan tanah agar air mengalir ke saluran pembuangan utama, bukan tertahan di satu titik.
Gunakan pompa atau aerator agar air tetap bergerak dan tidak menjadi tempat nyamuk berkembang biak.Menanam Tanaman Herbal untuk Mengusir Nyamuk
Kreasikan taman dengan tanaman yang berperan sebagai sebagai insektisida alami nyamuk.[1] Contohnya, pucuk merah, serai, sambiloto, zodia, babadotan, dan tanaman mint.
Tidak hanya untuk taman belakang, tanaman ini juga bisa untuk tanaman hias di depan rumah, sehingga rumah benar-benar aman nyamuk.
Teman Summarecon, mewujudkan taman belakang rumah yang ideal akan terasa lebih mudah jika memiliki area yang tepat, dan dengan tinggal di Summarecon Tangerang, semua ini bisa Teman Summarecon realisasikan dengan leluasa. Jadi Jangan tunggu lama, pilih unitnya sekarang dan ciptakan taman impianmu!