Nasi Kapau: Kuliner Penggoyang Lidah dari Tanah Minang

Bicara soal kuliner khas Nusantara, memang seakan tidak ada habisnya. Variasinya banyak dengan cita rasa yang kaya. Dari Sabang sampai Merauke, ada saja makanan yang menarik perhatian, entah itu dari segi rasa atau rupa. Misalnya saja nasi Kapau, kuliner penggoyang lidah dari Tanah Minang.

Nama lainnya adalah nasi Kapau Bukittinggi, mengingat makanannya berasal dari daerah ini. Lebih tepatnya dari Nagari Kapau, sebuah kampung kecil di Kabupaten Agam, Bukittinggi. Menu utamanya adalah nasi putih pera, dengan berbagai pilihan lauk kaya rempah khas Nagari Kapau. 

Supaya makin lebih kenal sama kuliner ini, yuk, belajar soal sejarahnya di sini! Ada juga informasi soal perbedaannya sama kuliner khas Sumatera Barat yang lain!

Asal Muasal Kelahiran Nasi Kapau

Menilik dari sejarah nasi Kapau, kuliner ini baru lahir di sekitar abad ke-19. tidak ada yang tahu pasti soal waktunya, tapi latar belakangnya cukup jelas. Makanan ini adalah bukti perjuangan para perempuan di zaman itu untuk bisa bertahan hidup selama suami mereka merantau ke luar kampung.

Pada awalnya, para perempuan di Nagari Kapau hanya menjajakan kuliner ini di Pasar Bawah, Bukittinggi. Tapi, karena rasanya yang menggoyang lidah, dengan cepat makanannya jadi primadona di Sumatera Barat. Resepnya mulai jadi inspirasi makanan khas Minang yang lain, termasuk nasi Padang. 

Jadi, resep nasi Kapau memang muncul sebelum nasi Padang. tidak heran kalau orang Minang menganggapnya sebagai racikan asli dan paling autentik. Kini, tempat makannya tidak hanya ada di Bukittinggi saja, tapi juga di kota-kota lainnya. Ini termasuk kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Tangerang.

Nasi Kapau vs Nasi Padang: Apa Sih Bedanya?

Yup, meskipun cikal bakalnya sama, tapi ada beberapa perbedaan nasi Kapau dan nasi Padang yang cukup signifikan. Teman Summarecon bisa melihat perbedaannya di penjelasan berikut!

  1. Penjual

    Biar makanan tetap authentic, ada peraturan yang tidak boleh dilanggar kalau mau jual kuliner ini di luar Nagari Kapau. Aturan yang paling strict yaitu soal penjual. Soalnya, penjual harus berasal dari kampung di Bukittinggi tersebut, tidak boleh berasal dari luar kampung.

    Ini kenapa jumlah restorannya tidak sebanyak restoran nasi Padang. Soalnya, semua orang Minang bisa jual nasi Padang, tapi tidak semua bisa jual nasi Kapau. 

    Totalnya, hanya ada 12 kampung yang termasuk ke dalam Nagari Kapau, yaitu:

    Ladang Laweh
    Koto Panalo
    Parak Maru
    Pandan Banyak
    Dangkek Paninjauan
    Induriang
    Koto Panjang
    Cingkariang
    Koto Panjang Hilir
    Korong Tabik
    Padang Cantiang
    Koto Panjang Mudiak[1]

  2. Lauk

    Sekilas, lauk nasi Kapau memang tidak ada bedanya sama nasi Padang. Bumbunya rata-rata pedas dan berkuah. Soalnya, cikal bakalnya memang sama. 

    Tapi, ada beberapa lauk khas yang sulit ditemui di nasi Padang, misalnya seperti:

    Rendang daka-daka, jika biasanya teruntuk dari daging sapi tapi ini teruntuk dari singkong atau daging ayam. 

    Gulai Kapau cincang, yaitu kuliner gulai yang teruntuk dari daging sapi dan tulang. 

    Gulai jeroan, khususnya usus sapi. Uniknya, di dalam usus ada olahan tahu sama telur. Pastinya berhasil bikin ngiler dan lapar.

  3. Bumbu

    Meski sama-sama kaya akan rempah, tapi ada sedikit perbedaan di dalam bumbunya. Bumbu nasi Kapau biasanya lebih kaya, rasa asam, manis, dan gurihnya lebih terasa. Biasanya, karena campuran kelapa dan santan yang lebih banyak. Terus, bumbunya juga jarang ditumis dulu saat memasak. 

  4. Cara Penyajian

    Terakhir, cara penyajiannya pun tidak sama. Teman Summarecon pasti sadar kalau pernah datang ke restoran Padang. Soalnya, server akan mengantar pilihan lauk ke konsumen pakai piring-piring kecil. Tapi di restoran Kapau, konsumen yang perlu datang langsung ke penjual.

    Lauknya disajikan di wadah atau piring besar yang berjejer seperti tangga. Teman Summarecon harus datang ke depan dan memilih sendiri lauknya apa. Kemudian penjual akan menyendok lauk langsung ke piring yang sudah ada nasinya. Ciri khas nasi Kapau adalah sendok bambu panjang untuk mengambil lauk.

Khusus untuk yang tinggal di Tangerang, Teman Summarecon bisa langsung datang ke RM Salero Denai untuk mencoba kuliner khas Nagari Kapau. Lokasinya ada di dalam kawasan Summarecon Tangerang. Jadi, untuk yang punya rumah di sini, tidak perlu jauh-jauh mencari ke luar.

Teman Summarecon akan dimanjakan dengan beragam pilihan hidangan di RM Salero Denai. Setiap sajiannya diracik dengan rempah-rempah pilihan yang menggugah selera, menjanjikan pengalaman kuliner otentik yang tak terlupakan.

Bukan hanya kuliner, Summarecon Tangerang juga menghadirkan berbagai fasilitas menarik yang membuat kawasan ini semakin nyaman untuk ditinggali maupun dikunjungi. Ada berbagai fasilitas lain seperti:

  • Lokasinya strategis, hanya 200 meter (2 menit) dari Akses Tol Bitung, Tol Jakarta Tangerang. Jadi, mobilitas akan lebih mudah, terutama jika Teman Summarecon sering bolak balik ke Jakarta. 
  • Punya 6 danau besar yang pas sebagai tempat santai. Teman Summarecon juga bisa jogging, piknik, dan melakukan aktivitas menarik lain di sekitar danau. 
  • Walkable township, sehingga pas untuk jalan-jalan dan jogging. Teman Summarecon jadi tidak perlu selalu naik mobil jika ingin berkunjung ke fasilitas-fasilitas yang ada di dalam kawasan. 
  • 15 menit dari Summarecon Serpong. Pas untuk Teman Summarecon yang suka belanja atau yang mau sekadar jalan-jalan di mall. 

Jadi, sudah siap untuk mencoba nasi Kapau di RM Salero Denai Summarecon Tangerang dan menikmati berbagai fasilitas lainnya? Kalau iya, yuk, mulai lihat-lihat proyek kluster yang ada di Summarecon Tangerang dan segera miliki hunian impian!