Yuk Kenalan Sama Padel, Olahraga Trendy Buat Semua Generasi

Akhir-akhir ini, ada olahraga yang sedang tren. Ya, apa lagi kalau bukan olahraga padel. Sebenarnya, eksistensi Padel ini sudah ada sejak tahun 1969 di Meksiko.[1] Tapi, popularitasnya baru naik di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan. Lebih tepatnya sejak tahun 2024 silam, karena viral di media sosial. 

Tapi, meskipun populer, masih banyak orang yang belum paham betul bagaimana permainan padel. Nah, biar tidak bingung, Teman Summarecon dapat menemukan semua informasinya di sini, mulai dari sejarah, cara dan aturan mainnya, serta berbagai tips lainnya. 

Apa itu Padel? Bagaimana Bisa Mirip Tenis dan Squash? 

Singkatnya, padel itu olahraga raket yang mirip sekali dengan tenis. Tapi, tidak sedikit juga yang bilang kalau olahraga ini lebih mirip sama squash. Keduanya sebenarnya tidak salah, soalnya padel memang merupakan perpaduan keduanya. Tidak jauh beda sama takraw yang memadukan voli dan sepak bola.

Tapi, ada perbedaan antara padel dan tenis yang tidak bisa diabaikan. Begitu juga dengan squash, terutama soal raket, bola, lapangan, dan aturan permainannya. 

Biar lebih paham, ini tabel perbedaan untuk mempelajarinya:

Padel Tenis Squash
Raket Berbahan fiberglass dengan panjang gagang 4 ¼ - 4 ? inchi. Berbahan serat karbon, fiberglass, logam, atau titanium dengan gagang antara 4-4 ? inchi.[2] Daya pukul yang lebih kuat dari raket padel. Bagian tengahnya terbuat dari senar. Berbahan aluminium, grafis, atau komposit karbon dengan panjang gagang antara 7 - 7 ¼ inchi.
Bola Bertekstur lebih lembut dengan tekanan udara lebih rendah. Ukurannya sedikit lebih kecil, antara 6,35 cm dan 6,77 cm, dan terbuat dari inti karet Bertekstur lebih kuat dengan tekanan udara lebih tinggi. Ukurannya sedikit lebih besar dari bola padel, antara 6,54 cm dan 6,86 cm. Bahannya sama-sama dari karet. Terbuat dari karet dan cenderung berongga, sehingga bola lebih mudah memantul. Ukurannya sekitar 39,5-40,5 mm.
Lapangan Ukurannya sedikit lebih pendek dari lapangan tenis, yaitu 20 meter x 10 meter.[3] Ukurannya sedikit lebih panjang dari lapangan padel, yaitu 23,77 x 10,97 meter untuk ganda dan 23,77 x 8,23 meter untuk tunggal.[4] Ukurannya lebih kecil daripada padel dan tenis dan padel, yaitu 9,75 x 6,4 meter.
Aturan Main Hanya punya format ganda. Bisa dimainkan dalam format ganda dan tunggal. Bisa dimainkan dalam format ganda dan tunggal.

Bagaimana Sejarah Penciptaannya? Mengapa Bisa Populer di Indonesia?

Pada penjelasan di atas, Teman Summarecon pasti sudah punya gambaran soal olahraga padel ada sejak kapan. Olahraga ini lahir di tahun 1969. Penciptanya adalah Enrique Corcuera, pebisnis asal Meksiko. Dia adalah orang yang mencetuskan nama, lapangan, dan aturan permainannya. 

Corcuera menyebut permainan olahraga ini sebagai Paddle Corcuera.[1] Tapi, karena masalah pengucapan, jadi dikenal sebagai padel. Pada saat pertama kali didaftarkan ke lembaga terkait, namanya sudah berubah jadi padel. 

Popularitasnya langsung naik sebagai olahraga asli Meksiko. Sejak tahun 1974, olahraganya mulai mendunia. Mulai ada berbagai jenis kompetisi amatir dan profesional yang bermunculan.

Jika dibandingkan dengan permainan olahraga lain, kenaikan popularitas padel memang paling cepat dan drastis.[5] Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Alasan kenapa padel populer itu beragam, mulai dari karena permainannya cepat, mudah diakses, dan punya nilai sosial yang tinggi.

Olahraga ini bisa menyatukan semua orang dari semua generasi. Ideal untuk olahraga bersama keluarga, teman, atau bahkan dengan orang yang tidak dikenal. Tapi, padel memang kurang cocok sebagai olahraga untuk ibu hamil karena cenderung aktif, jadi pastiin konsultasi dulu sama dokter, ya! 

Selain asyik, olahraga ini juga menyehatkan. Bisa jadi salah satu cara hidup sehat dengan cara yang menyenangkan. Jadi, tidak heran kalau olahraga ini sukses bikin ketagihan mengingat manfaat padel yang cukup signifikan. 

Aturan dan Cara Bermain Padel

Sebelum bermain padel, mari kenali cara dan aturan mainnya berikut! 

  1. Pemain dan Alat
    Berbeda dengan tenis dan squash yang dapat dimainkan oleh 2 orang, jumlah pemain padel harus 4 orang. Keempat pemain akan bermain di lapangan padel seluas 20 meter x 10 meter. Semua sisi lapangan akan dibatasi dinding yang dapat dimanfaatkan oleh para pemain selama permainan.
    Masing-masing pemain wajib membawa satu raket. Dan jangan lupa membawa bola padel yang berukuran antara 6,35 cm dan 6,77 cm. 
  2. Aturan Permainan
    Aturan padel mengenai scoring memang mirip dengan tenis. Pemain harus berlomba-lomba untuk mencetak angka sampai 6 untuk menang 1 set. Kalau skornya 6-6, harus ada tiebreak. Bedanya, pemain hanya perlu menang 2 dari 3 set saja. Tidak seperti olahraga tenis yang harus menang minimal 3 dari 5 set.
    Aturan untuk mendapatkan poin adalah:
    • Ketika bola memantul dua kali di lapangan lawan. 
    • Saat bola terkena tubuh lawan. 
    • Pada saat bola keluar (bola dari lawan mengenai pagar kawat sebelum melewati jaring atau masuk ke lapangan). Tips sebelum Main Padel
  3. Tips sebelum Main Padel

    Supaya Teman Summarecon merasa nyaman selama bermain dan bebas dari cedera, pastikan untuk:

    Memakai baju dan sepatu khusus olahraga. 
    Melakukan pemanasan. 
    Membawa air minum agar tubuh tetap terhidrasi. 
    Hanya bermain di lapangan khusus untuk padel.

Fasilitas Padel untuk Teman Summarecon

Untuk menjawab kebutuhan akan olahraga ini, Summarecon Tangerang akan membuka lapangan olahraga padel dalam waktu dekat. Jadi, Teman Summarecon tidak perlu pergi jauh dari rumah untuk olahraga. 

Selain itu, tersedia berbagai fasilitas olahraga lainnya, seperti enam danau besar serta jalur pedestrian yang ideal untuk jalan pagi atau jogging dengan nyaman dan santai di lingkungan kawasan. Di setiap cluster juga terdapat kolam renang yang berada di dalam clubhouse dan diperuntukkan khusus bagi penghuni cluster.

Jadi, Teman Summarecon yang suka olahraga padel dan olahraga lain, yuk, miliki rumah impian di Summarecon Tangerang sekarang juga!