7 Cara Pintar Hemat Listrik Tanpa Ganggu Aktivitas Sehari-hari

Gaya hidup di zaman modern memang tidak bisa lepas dari listrik. Semua barang-barang rumahan kini sudah serba elektronik. Jadi, wajar rasanya kalau Teman Summarecon perlu tahu cara menghemat listrik tanpa harus mengganggu aktivitas sehari-hari. Hasilnya, tagihan bisa lebih murah, tapi lifestyle tetap jalan.

Menariknya, manfaat menghemat listrik tidak hanya soal tagihan saja. Dengan menerapkan gaya hidup hemat listrik, Teman Summarecon bisa mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Dampaknya bagus sekali untuk lingkungan, mengingat di tahun 2025 ada 347 Megaton (Mt) limbah elektronik.[1]

Nih, ada beberapa tips biar Teman Summarecon bisa ikut serta mengurangi limbah elektronik dengan cara yang pintar!

Cara Pintar Hemat Listrik

Ada sekitar 7 cara pintar yang bisa mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari biar pemakaian listrik berkurang, yaitu:

  1. Tahu Kapan Lampu Harus Menyala dan Kapan Harus Mati

    Cara menghemat listrik dalam kehidupan sehari-hari yang pertama adalah tahu kapan lampu harus mati dan kapan harus menyala. Jika bisa, coba untuk menyalakan lampu di malam hari saja ketika matahari sudah terbenam. Untuk siang hari, cukup pakai cahaya natural dari sinar matahari. 

    Hal ini bisa diakali dengan memasang jendela dan ventilasi yang cukup agar cahaya bisa masuk ke dalam rumah. Jangan lupa mematikan lampu di ruangan kalau lagi tidak terpakai. 

  2. Buat Skala Prioritas saat Harus Memakai Barang Elektronik

    Tidak bisa dipungkiri kalau manusia modern ketergantungan dengan barang elektronik. Jadi, Teman Summarecon sebenarnya tidak perlu berhenti memakai barang elektronik sepenuhnya, tapi cukup membuat skala prioritas saja. 

    Tentukan apa saja barang elektronik yang dibutuhkan dan usahakan tidak memakainya di waktu bersamaan. Kalau ada alternatif kegiatan tanpa listrik, bisa dicoba untuk digunakan. Misalnya saat membersihkan rumah, sesekali coba ganti vakum dengan sapu. 

  3. Cabut Kabel dari Stop Kontak jika Sudah Tidak Perlu Lagi

    Cara agar tidak boros listrik yang selanjutnya adalah dengan segera mencabut kabel dari stop kontak. Misalnya, setelah selesai ngecas HP, pastikan untuk segera mencabutnya. Pun begitu jika sudah selesai menonton TV, membuat kopi dengan mesin, menghangatkan makanan dengan air fryer, menyetrika pakaian, dan kegiatan lain sejenisnya. 

    Jangan lupa mencabut semua arus listrik saat bepergian juga. Ini bisa jadi cara menghemat energi yang cerdas. Terutama kalau Teman Summarecon berencana pergi dalam waktu yang lama. Pastikan tidak ada kabel yang tersambung dengan stop kontak saat pergi keluar rumah. Tapi, kulkas bisa jadi pengecualian. 

  4. Ganti AC dengan AC Inverter

    Kalau Teman Summarecon ingin tahu apa saja yang membuat boros listrik, salah satunya adalah AC. Pendingin ruangan ini butuh daya yang besar, jadi penggunaan listriknya pun cukup fantastis. Jadi, gunakan seperlunya, jangan berlebihan.

    Jika bisa, coba ganti AC di rumah dengan AC inverter yang terkenal lebih hemat listrik. Teknologinya memungkinkan AC untuk menyesuaikan daya sesuai kebutuhan ruangan. Jadi, akan lebih efisien mendinginkan ruangan tanpa penggunaan listrik berlebihan.[2]

  5. Pilih Barang Elektronik yang Punya Daya Rendah

    Selain mengganti AC dengan AC inverter, usahakan untuk mengganti barang elektronik lain ke alternatif dengan daya lebih rendah. Teman Summarecon bisa melihat labelnya, periksa apakah barang punya label SNI dan Energy Star atau tidak. Kalau punya, artinya sudah lolos uji efisiensi energi.

    Contohnya seperti kulkas, rice cooker, dan mesin cuci. Menariknya, memilih mesin cuci yang hemat energi tidak hanya bikin hemat energi listrik, tapi juga bisa jadi cara menghemat air. Soalnya, pemakaian listrik dan air saat mencuci dan mengeringkan pakaian jadi lebih efisien. 

  6. Gunakan Lampu dan TV LED

    Sadar tidak sadar, pemilihan lampu dan TV juga berpengaruh dengan penggunaan listrik. Karena itu, coba ganti keduanya menjadi lampu dan TV LED. Soalnya, LED memerlukan 75% daya yang lebih rendah daripada non-LED. Daya tahannya juga lebih tinggi, 25 kali lebih awet dari yang biasa.[3]

  7. Perhatikan Pengaturan Suhu Kulkas

    Pengaturan suhu kulkas juga perlu diperhatikan. Jangan mengaturnya terlalu dingin karena membutuhkan lebih banyak daya listrik. Idealnya, suhunya ada di kisaran 2–4°C. Suhu tersebut sudah lebih dari cukup untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada makanan di dalam kulkas. 

Summarecon Tangerang: Hunian yang Mendukung Gaya Hidup Hemat Listrik

Harus diakui, menerapkan gaya hidup hemat listrik bisa lebih mudah jika ada dukungan dari lingkungan. Teman Summarecon tidak perlu khawatir karena semua hunian di Summarecon Tangerang mendukung gaya hidup hemat listrik.

Pertama, karena kehadiran jendela dan ventilasi memadai, jadi tidak perlu menyalakan  lampu di siang hari. Selain itu, bangunannya juga mendukung penggunaan barang elektronik yang hemat energi. Teman Summarecon bisa memasang lampu dan TV LED, alat-alat elektronik berdaya rendah, dan lain-lain tanpa hambatan yang berarti. 

Jadi, menerapkan cara menghemat listrik sebenarnya tidaklah sulit. Dengan langkah-langkah sederhana, bisa berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus mengurangi biaya bulanan. Yuk, mulai kebiasaan hemat energi dari sekarang demi masa depan yang lebih baik!